Bobotoh
VIKING UNPAD, Intelektualitas dan Semangat Bandung Lautan Api
Persib lebih dari sekedar team sepakbola bagi sebagian besar masyarakat kota Bandung, bahkan menjadi icon Bandung dan menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat. Sepak terjang Persib sejak zaman perserikatan sampai saat ini, membuat Persib pantas mendapatkan perlakuan istimewa, dielu-elukan, dan di puja. Bahkan bagi sebagian masyarakat, Persib adalah jiwa dan raga mereka, bukan sekedar idola, namun menjadi bagian hidup tersendiri bagi mereka.
Keberadaan Persib tidak pernah bisa dilepaskan dari bobotoh (supporter) yang telah dengan setia mendukung perjuangan Persib. Bobotoh seakan menjadi kesatuan bersama team Persib. Di mana ada Persib, di sana pulalah terdapat bobotoh yang terus mendukung perjuangan Persib. Perjuangan Persib seakan juga menjadi perjuangan bobotoh. Dukungan bagi Persib terus mengalir deras datang dari bobotoh, berbagai cara dilakukan dalam rangka mendukung perjuangan Persib Bandung.
Dukungan bagi Persib yang begitu besar, memerlukan sebuah wadah yang dapat menyatukan suara dan wadah pengorganisiran massa pendukung. Oleh karenanya, terbentuklah organisasi VIKING PERSIB CLUB pada tahun 1993. Mengusung semangat bagimu Persib jiwa raga kami, Viking telah membuktikan bahwa Persib tidak pernah berjuang sendiri, bobotoh selalu berada di belakang Persib, ikut berjuang bersama Persib. Berbagai cara dilakukan untuk selalu mendukung perjuangan. Stadion tempat Persib bermain, dipastikan selalu ramai bahkan tidak jarang penuh sesak, membentuk Viking Persib Fans Shop, sampai menerbitkan Make Manah Magazine. Semua menjadi bukti kesetiaan bobotoh mendukung Persib. Seperti sebuah tulisan dalam MakeManah edisi pertama,
:”…berjuang demi sebuah kehormatan…kami datang penuh harapan, kami berteriak penuh emosi, kami bernyanyi penuh semangat, kami tersenyum penuh bangga..Dan kami melakukan itu semua dengan sepenuh hati…” [1]
Dengan semangat seperti itu, Viking terus berkembang dan muncul di berbagai daerah sebagai distriknya. Salah satunya adalah Viking Unpad. Distrik yang lahir dari lingkungan kampus Universitas Padjadjaran ini pertama kali di deklarasikan pada 24 Maret 2007 di kampus Iwa Koesoema Sumantri, dipatiukur Bandung. Kelompok yang merupakan perkembangan dari komunitasi bobotoh Unpad ini, mengusung semangat perjuangan tinggi dipadukan dengan intelektualitas.
Memang masih sangat muda bagi sebuah kelompok, namun Viking Unpad terus berjuang demi Persib. Dukungan bagi Persib ditunjukan dengan selalu datang saat Persib bertanding, baik kandang maupun tandang. Bahkan Viking Unpad melakukan terobosan baru dalam mendukung Persib. Viking Unpad menerbitkan Buletin Viking Unpad, yang terus menyuarakan dukungan terhadap Persib, mengakomodasi aspirasi mahasiswa Unpad terhadap Persib, dan terus membuktikan bahwa mendukung Persib bisa tidak selalu berupa dukungan dari tribun penonton, tetapi melalui media ilmiah seperti buletin. Hal ini juga membuktikan hal lain, bahwa Persib bisa diterima seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan akademis seperti di Unpad.
Semangat deklarasi Viking Unpad yang bertepatan dengan peristiwa Bandung Lautan Api, setidaknya memberikan suasana lain di balik lahirnya deklarasi tersebut. Semangat Bandung Lautan Api selalu mengiringi perjuangan mereka. Meski jumlah massa yang tidak terlalu besar, massa dengan jumlah kecil terus menyuarakan semangat tersebut, mempertahankan eksistensi Viking Unpad, dan terus berjuang mendukung Persib. Sebut saja (tanpa mengecilkan peran anggota lainnya) Bayu (sekarang ketua Viking Unpad 2008-2009), Dado (alumnus PAAP), dan Rangga ‘aki’ (alumnus D3 Fikom), serta Robby (Fikom 2005, pimred buletin Vikin Unpad), sampai saat ini terus berjuang mempertahakan eksistensi Viking Unpad dan menyuarakan dukungannya terhadap Persib.
Bagi Viking Unpad, kuliah ada tugas utama mereka, namun Persib adalah jiwa raga mereka. Perjuangan mendukung Persib tidak akan pernah berhenti sampai di sini. Mereka hanyalah contoh kecil bobotoh yang cinta terhadap Persib. Intelektualitas yang mereka miliki dibalut semangat tinggi dalam mendukung Persib patut diacungi jempol. Dukungan untuk Persib akan selalu mengalir dari mereka yang mencintai Persib Bandung. Viking dalam bentuk distrik apapun, adalah contoh kecil masyarakat yang mencintai Persib, masih banyak kelompok lainnya yang mengusung semangat yang sama, yaitu PERSIB.
“…karena dukungan kami akan selalu mengiringi kemanapun PERSIB melangkah. Kupertaruhkan seluruh jiwa raga kami, penuh keringat dan tetesan air mata bahkan darah telah banyak tertumpah demi mendukungmu untuk satu tujuan PERSIB ATAOE MATI…” [2]
Kutipan :
[1] Art_1326. MakeManah Magz, edisi 1. Halaman 2-3. 2008
[2] Art_1326. MakeManah Magz. Edisi 1. Halaman 2. 2008